• Kampanye Komunitas Teens Go Green Cegah Pemanasan Global





    Menghias Wajah dengan Ilustrasi Bumi Meleleh
    Berangkat dari keprihatinan kurangnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Sekelompok pelajar yang tergabung dalam komunitas Teens Go Green terpanggil untuk turut serta sebagai agen perubahan kelestarian lingkungan

    SIANG itu (17/4), panas begitu terik menembus ubun-ubun. Sebagian orang memilih untuk duduk-duduk di bawah pohon sekedar bersantai dan berteduh dari paparan sinar matahari. Namun, semangat sekelompok remaja yang menamakan dirinya komunitas Teens Go Green (TGG) tetap membara. Apalagi jika menyangkut tentang kampanye lingkungan. Lelah hilang sudah. Para remaja anggota komunitas TGG berkeliling membagikan leaflet di sekitar arena Ecopark Ancol dengan mengenakan costume play (cosplay) unik.

    Ada yang memakai kostum berbentuk bumi yang dibuat dari bahan kardus bekas, dan menghias wajah dengan ilustrasi bumi yang meleleh akibat pemanasan global. Pada kesempatan itu, komunitas TGG mengampanyekan ”Jakarta Bebas Styrofoam”.

    ”Saat ini banyak warga masyarakat yang tidak mengetahui bahaya penggunaan produk tersebut yang kerap dipakai sebagai pembungkus bahan makanan,” kata Presiden Komunitas TGG Ratna Juwita kepada INDOPOS di acara Peringatan Hari Bumi Sedunia di Ancol Taman Impian, Jakarta. Dara berambut panjang ini menambahkan, selain ajang kreasi dan kampanye publik, juga ada Workshop Visioning untuk menggali visi individu dan kelompok terhadap perubahan yang akan mereka lakukan untuk mengatasi persoalan lingkungan di sekitarnya serta Peer Learning yang merupakan serial pembekalan untuk memahami fungsi, potensi, ancaman dan solusi di tiga ekosistem utama yaitu Ekosistem Hutan (Hulu), Ekosistem Kota (Tengah), serta Ekosistem Pesisir dan Laut (Hilir).

    ”Setiap sesi peer learning menampilkan narasumber dan fasilitator dari berbagai institusi seperti pemerintah, universitas dan lembaga swadaya masyarakat,” jelas lajang yang akrab disapa Nana ini Komunitas tersebut merupakan inisiasi Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (DIKMENTI) DKI Jakarta, Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) dan PT Pembangunan Jaya Ancol, yang diluncurkan oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di kawasan wisata Ancol, pada 1 Desember 2007. Nana menuturkan, TGG merupakan program klub pelajar setingkat SMA dan SMK di Jakarta dalam pengembangan minat, pengetahuan, dan aksi cinta lingkungan yang kreatif, inovatif dan aplikatif. Anggota TGG berasal dari puluhan SMA dan SMK di Jakarta. Awalnya, setiap sekolah mengirimkan 3 siswa berprestasinya untuk terlibat dalam program ini. Namun, mulai pertengahan tahun 2010 lalu, seleksi lebih diperketat, yakni selain harus berprestasi juga harus ada kemauan kemauan yang kuat dari dalam diri. ”Berprestasi saja nggak cukup.

    Karena hanya akan buang-buang dana saja jika mereka tidak sungguh-sungguh,” ungkap alumni SMU Negeri 20 Jakarta. Sasaran program itu memang diperuntukkan kepada remaja. Salah satu pertimbangannya, para remaja tersebut nantinya akan memainkan peran penting dalam masyarakat, termasuk dalam upaya penyelamatan lingkungan dengan menyebarluaskan pesan-pesan peduli lingkungan kepada masyarakat secara luas, khususnya remaja. ”Mereka bisa menjadi agen perubahan bagi masyarakatnya, terutama dalam mengubah cara berpikir dan perilaku yang lebih ramah lingkungan,” papar remaja berusia 19 tahun ini. Namun, bila Anda yang belum terpilih menjadi anggota initi komunitas TGG, Anda juga turut serta sebagai volunteer TGG lewat facebook. ”Jadi, kalau ada even-even mereka bisa ikut kegiatan kami,” pungkasnya. (*)
     -----

  • 1 comment:

    1. Semoga apa yg kalian lakukan itu dpat di lanjutkan oleh orng lain.., termasuk sya...
      Semua demi kenyamanan
      hidup kita di bawah zamrud
      khatulistiwa yang
      keindahannya tiada duanya
      bak serpihan surga yang jatuh
      ke bumi, itulah negeri kita Indonesia tercinta...

      ReplyDelete