• Sampah Styrofoam Jejali Sungai

    Image result for styrofoam in river

     Sumber Gambar: Google Image

    Sampah styrofoam bekas kemasan barang elektronika menjejali sejumlah sungai yang mengalir dari Kota Bandung menuju Sungai Citarum yang tengah meluap, Senin (13/12). Sampah yang mengapung itu menjejali sejumlah kolong jembatan, antara lain jembatan yang melintang di alur Sungai Cikapundung di jalur Dayeuhkolot-Buahbatu atau dekat kompleks Yon Zipur Dayeuhkolot, dan di jembatan Cikeruh-Cinambo di kawasan Tegaluar, Kabupaten Bandung.

    Sebagian sampah styrofoam itu tersangkut di jembatan yang hampir terendam banjir. Sampah-sampah itu tidak laku untuk didaur ulang. "Para pemulung sampah hanya mengambil sampah plastiknya saja, dan styrofoam tak mereka ambil. Akibatnya, berjejal di jembatan," kata Nandi, salah seorang warga di Cibodas, Kecamatan Dayeuhkolot.

    Sampah styrofoam yang mengapung di Sungai Cikapundung dan Sungai Cinambo-Cikeruh itu. Bentuk dan jenisnya hampir sama. Diduga, sampah styrofoam itu dibuang dari institusi atau perusahaan yang sama.

    "Bila tidak tersangkut di jembatan, mungkin mulus masuk ke aliran Sungai Citarum. Sangat disayangkan, seharusnya luapan sungai tidak dijadikan kesempatan untuk membuang sampah," kata Nandi yang rumahnya dekat jembatan di Dayeuhkolot itu.

    Selain itu, sampah plastik dan sampah rumah tangga lainnya dari wilayah Kota Bandung juga ikut hanyut ke Sungai Citarum. Sebagian menyangkut bersama sampah lainnya. "Memang sudah biasa, saat air meluap warga membuang sampah ke kali. Setiap musim banjir memang seperti itu, akibatnya menumpuk di satu tempat dan kadang-kadang menyumbat aliran sungai di jembatan," kata warga lainnya.

    Sementara itu, instalasi penyaring atau penangkap sampah di Sungai Cipamokolan di kawasan Pasar Kordon praktis tidak berfungsi. Sejak dibangun dua tahun lalu, instalasi yang dilengkapi dengan perangkat hidrolik itu tidak pernah dioperasikan.

    "Sempat satu kali instalasi penyaring sampah itu dioperasikan, namun tidak tahan dan sampah menyumbat dan berakibat banjir. Akibatnya tidak dioperasikan lagi," kata salah seorang warga di dekat instalasi penangkap sampah di Pasar Kordon Buahbatu.

    Sementara itu, banjir di tiga kecamatan di Kabupaten Bandung, yakni Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang, mulai surut setelah dua hari tidak turun hujan. Namun, genangan air masih merendam kawasan itu dengan ketinggian berkisar 50 cm hingga 100 cm. Banjir luapan Sungai Citarum itu meninggalkan lumpur yang cukup tebal di dalam rumah penduduk.

    Sebagian warga di Dayeuhkolot dan Bojongsoang sudah membersihkan lantai rumah masing-masing dengan menggunakan air. Mereka mendapat bantuan mesin pompa untuk membersihkan lantai rumah mereka. Sementara itu, sejumlah pabrik yang tergenang banjir mengeluarkan air dengan menggunakan pompa air ukuran sedang untuk mempercepat penyurutan genangan.

    Beberapa warga korban banjir telah kembali ke rumah masing-masing, namun sebagian lagi bertahan di gedung-gedung penampungan dan tenda-tenda darurat yang didirikan di lokasi yang lebih tinggi. PDAM Kabupaten Bandung memasok air bersih untuk kebutuhan warga karena banyak sumber air milik penduduk yang tergenang banjir. (Ant/OL-10)

    Sumber: MEDIA INDONESIA
  • 0 comments:

    Post a Comment