• Educamp Ciwaluh Bersama Teens Go Green

    Perjalanan Educamp kali ini dimulai dari taman Ayodya dan taman Langsat di daerah Blok M, Jakarta Selatan. Di sana kami melakukan pengamatan burung atau yang biasa disebut dengan Birdwatching yang dipandu oleh kak Adi dan kak Boas dari BIRDWATCHER.


     

    Setelah melakukan birdwatching dan selesai melaksanakan shalat jumat sekitar pukul 13:30 perjalanan dilanjutkan ke desa Ciwaluh, Sukabumi, Jawa Barat dengan menggunakan bus.


     

    Perjalanan menuju desa Ciwaluh memakan waktu sekitar 2 1/2 jam ditambah jalan kaki dari tempat pemberhentian bus di desa Cigombong sekitar 1 jam. Selama perjalanan suasana begitu mengasyikan dengan canda tawa yang menggelitik.


     

    Sekitar pukul 5 sore kami tiba di desa Ciwaluh tepatnya di rumah keluarga pak Irfan selaku ketua RW setempat yang rumahnya akan digunakan sebagai basecamp panitia selama kegiatan educamp.
    Sesampainya disana setelah menghelakan nafas sejenak untuk meringankan lelah yang menggelayuti badan, kami langsung mengadakan breafing untuk membicarakan tentang pembagian rumah peristirahatan untuk peserta dan panitia, serta menyampaikan bagaimana cara bertatakrama yang baik dengan warga sekitar.

    Di malam harinya kami baru mengadakan breafing untuk materi tentang penjelajahan dan Biomonotoring yang akan dilakukan esok hari, biomonotoring merupakan pengamatan makhluk hidup yang berada di daerah aliran sungai dan sekitarnya serta mengidentifikasikan keadaan sungai tempat biomonotoring dilakukan.

     


    Keesokan harinya kami melakukan penjelahan yang dibagi menjadi 3 rute, yaitu rute ke Curug, hutan pohon pinus dan yang terakhir ke Turbin, disini saya mendampingi kelompok 2 ke hutan pohon pinus bersama Akbar dan Ani yang ditinggalin kelompoknya.


    Perjalanan penjelajahan ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan, begitu banyak kejadian yang kami alami mulai dari yang romantis, tragis sampai yang narsis dan hal-hal tak terduga.


     
    Yang romantis salah satunya disaat Ani & Akbar jatuh terpeleset bersamaan dan mereka masih berpegangan tangan seperti adegan di film – film bollywood.


     
    Yang tragis adalah disaat salah satu dari kami hampir terjatuh terpeleset ke jurang, untung saja hal itu tak terjadi, hanya saja sendalnya putus ( mungkin ga kuat kali ya memikul beban pemiliknya).


     
    Dan yang narsis+autis adalah dimana medan yang kita lalu itu sebenarnya berbahaya, namun masih saja sempet – sempetnya berpotoria, sampai – sampai sering diantara kami jatuh terpeleset.


     
    Setelah berjalan lama, akhirnya kami menemukan sungai untuk kegiatan biomonotoring, dan gembiralah kami semua berada disana ( maklum, di Jakarta ga da sungai yang kaya gini ), saat melakukan biomonotoring kami seperti anak kecil yang seneng banget mainan di air.


     
    Selanjutnya kami menuju kehutan pinus, disana kami banyak melakukan birdwatching di dampingi kak Boaz.Ada satu kejadian dimana kami harus mendaki rute dengan kemiringan sekitar 60 derajat, dan kebanyakan dari kami merasa was – was karena Ani berada di paling depan, ( bayangkan kalau Ani jatuh terpeleset ke belakang, pastilah kami semua ikut terjatuh bagaikan permainan bola bowling, STRIKE..!!! )

    Usai berjelajah, kami lanjut ke beberapa rumah warga untuk sesi wawancara, dan saya sungguh tak enak hati walaupun ini yang dinanti. Setelah banyak tanya bukanya kami yang memberikan sesuatu kepada mereka justru mereka yang menjamu kami dengan sepiring ketan rame – rame dan kelapa yang langsung dipetikan dari pohon.

    Sorenya ada sesi presentasi kelompok yang di shoot oleh DAAI TV, ditengah berjalannya presentasi tiba – tiba listrik mati namun presentasi dapat berjalan lancar sampai selesai. Saat presentasi selesai kami dikejutkan oleh kedatangan kak Bambang, Mahesa, Dika, Sinta & Ela, sungguh luar biasa mereka bisa sampai disini padahal kondisi alam yang sudah mulai gelap dan perjalanan yang begitu jauh berbahaya pula, mereka lalui dengan berjalan kaki, Subhanallah…


     
    Acara dilanjutkan pukul 8 malam dengan agenda materi tentang Herpetofauna, yaitu tentang pengamatan satwa – satwa malam dan sekitar pukul 9 kami langsung praktek lapangan (NGEPET).Saya jalan bareng Ela ( cie…cie…), tapi sumpah nih anak lebay banget kalau berkata – kata, sampai – sampai banyak katak dan kodok yang terjerat dan haapp…lalu ditangkap.
    Malam begitu gelap dihiasi bintang nan indah gemerlap dan udara dinginpun mulai merasuk dalam khilaf. Setelah puas dengan hasil ngepet kami segera kembali ke basecamp untuk presentasi lagi dan istirahat.

    Keesokan harinya ada kegiatan baksos membersihkan sampah di jalan, saat sedang baksos ternyata ada yang cinlok loh, siapa ya..? Ada yang tau..? Cari tau sendiri aja ya kalo blm tau Coz takut orangnya marah kalau disebut namanya disini.

    Selesai bakti sosial kami beres – beres untuk persiapan Back To Jakakrta, namun sebelumnya ada sesi diskusi dengan tokoh masyarakat setempat.


    Dan akhirnya tibalah saatnya untuk kami bergegas kembali ke Jakarta, namun sebelumnya lagi kami sempet – sempetin untuk berpoto – poto dengan para fasilitator lokal untuk sekedar kenang – kenangan.


     
    Terima kasih untuk kak Ai, kak Putri, kak Bambang, kak Nana dan Segenap petinggi-petinggi TGG, tak lupa juga teman – teman seperjuangan, Ani,Akbar,Ella, dan Sinta yang telah memberikan pengalaman Hidup,.
    Semua ini memberi pelajaran hidup untuk kita semua akan ke indahan Alam dimuka Bumi, maka dari itu lindungilah Bumi ini untuk anak-cucu kita, karena kalau bukan kita siapa lagi……
    Teens Go Green !!!! Act Now……….!!!!!!!!!!!!!

    http://karnodoank.wordpress.com/2011/05/12/educamp-ciwaluh-mantabs/
  • 0 comments:

    Post a Comment