ABOUT US

Indonesian young Eco Heroes for Better Future Environment in Indonesia.

Our Leaders

The awesome people behind our story and their contributions.

  • Ratna Juwita

    President of Teens Go Green 2010-2013

    Cinta lingkungan dimulai dari diri sendiri, mulai saat ini dan Act Now!.

  • Bambang Sutrisno

    Head of Advisory Council Teens Go Green

    teens go green leaders

    Satu aksi kecil kita, bermakna untuk Bumi Tercinta

  • Rizma Utami

    President of Teens Go Green 2017

    Bumi kita hanya satu, Jagalah untuk anak cucu kita nanti!

TGGI IN NUMBERS

Let's think something green, together with us.

150

GREAT PROJECTS

300

OUR MEMBERS

650

TGGI's Main Program in 2017

1568

HAPPY CLIENTS

Muda & Enerjik

Inisiatif awal kami dimulai dari Jakarta menuju Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan di masa depan. Langkah kecil kami dimulai dari individu yang terus berkembang dengan dukungan dari berbagai pihak hingga kini.

Teens Go Green News

Dapatkan info terkini seputar kegiatan Teens Go Green disini!

  • Menjelajah Kampoeng Kepiting


    Pada tanggal 27 oktober 2017 lalu, Teens Go Green Indonesia, FNF beserta beberapa perwakilan komunitas lain mengunjungi Kampoeng Kepiting yang terletak di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kabupaten Badung, Bali. Kampoeng Kepiting ini terletak sebelum pintu tol menuju ke Nusa Dua, atau sebelum putaran menuju Bandara Internasional Ngurah Rai. Sesuai namanya di tempat ini banyak sekali serba serbi tentang kepiting. Mulai dari kuliner hingga tempat perkembangbiakannya. Saat memasuki tempat ini pengunjung disajikan pemandangan hutan bakau yang cukup luas. Tidak hanya itu pengunjung juga dapat melihat ribuan kepiting bergerak atau berjalan dibawah jalanan mereka.

    Di tempat ini pengunjung tidak hanya sebatas dapat menikmati kuliner saja. Namun pengunjung juga dapat mendapatkan edukasi tentang bagaimana cara pengembang biakan kepiting. Ada beberapa hal yang membedakan tempat ini dengan tempat kuliner kepiting lain. Di tempat ini kepiting yang dijadikan kuliner bukanlah kepiting yang menghasilkan telur, karena bagi penduduk setempat sangat penting untuk menjaga kelestarian kepiting. Jika kepiting yang menghasilkan telur habis maka akan sulit melestarikan para kepiting tersebut. Tidak hanya kepiting, pengunjung juga dapat menikmati hasil olehan dari buah mangrove yang terdapat di kampoeng kepiting. Olahan buah mangrove ini bermacam macam mulai dari kue, coklat hingga sirup. Rasa dari olahan buah mangrove benar benar segar terutama dinikmati pada siang hari. Sayangnya olahan buah mangrove ini tidak dijual di luar tempat ini, hal ini guna meminimalisir terjadinya exploitasi buah.



  • Mengetahi Pendapat Masyarakat tentang Styrofoam dengan metode Wawancara


    Mulai dari bulan oktober 2017 Tim StyroPatrol Teens go Green Indonesia secara rutin sebulan 2 kali mengadakan survey yang tepatnya diadakan di Ancol. Kenapa memilih di ancol? Karena ancol merupakan salah satu tempat yang sudah berlebel “Anti Styrofoam”. Kalau tempatnya sudah mendukung gerakan anti syrofoam, bagaimana dengan pengunjungnya? Hal ini lah yang ingin dicari tau. Apakah tempat yang mendukung Anti Styrofoam sudah cukup untuk mengurangi penggunaan Styrofoam atau tidak demikian?


    Pada kegiatan ini hal yang Tim Styropatrol lakukan adalah memberikan edukasi dan membagikan kantong sampah ke Bis Bis yang masuk pada pintu gerbang. Hal ini bertujuan agar edukasi dapat secara maksimal dilakukan. Karena sebagian besar bis bis tersebut berisi anak anak. Sangat Bijak bila edukasi tentang lingkungan juga diberikan pada anak. Karena hal ini dapat membuat generasi muda bangsa dapat mulai peduli lingkungan sejak dini.


    Kegiatan selanjutnya yaitu mewawancarai beberapa pengunjung dan memberikan edukai tentang bahaya Styrofoam. Total responden pada wawancara adalah 150 orang. Terdiri dari wanita dan pria. Serta terdiri dari golongan anak anak, Remaja serta dewasa. Responden berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Tanggerang selatan, bekasi dan Luar Jabodetabek. Bagaimanakah hasilnya?

    Berikut Merupakan hasil dari Wawancara :


    Gambar diatas merupakan sebuah grafik yang membandingkan banyaknya pemakaian styrofoam pada suatu kota. Dalam grafik tersebut terdapat beberapa kota yaitu Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Tanggerang selatan, Bekasi, dan Luar Jabodetabek. Pada hasil Kuisioner dapat dilihat persentase jumlah responden yang terdapat pada masing masing kota. Dari gambar diatas dapat diketahui bahwa kota Jakarta didominasi oleh jarangnya penggunaan styrofoam, namun jumlah seringnya pemakaian sedikit lebih tinggi dibanding dengan orang yang jarang memakai styrofoam sedangkan penggunaan sangat sering cukup sedikit dibanding frekuensi penggunaan lainnya di Jakarta. Di Kota bogor jumlah jarangnya pemakaian styrofoam mendominasi kota tersebut sedangkan frekuensi sering, sangat sering, sangat jarang tidak terlihat di kurva. Pada Kota depok frekuensi penggunaan styrofoam didominasi oleh jarangnya pemakaian meskipun frekuensi seringnya pemakaian cukup tinggi di banding sangat sering dan sangat jarang pemakaian. Pada kota Tanggerang penggunaan styrofoam didominasi oleh jarangnya pemakaian sedangkan sangat jarangnya penggunaan styrofoam di kota tersebut cukup tinggi melebihi sering dan sangat seringnya pemakaian styrofoam. Pada kota Tanggerang Selatan penggunaan styrofoam didominasi oleh jarangnya pemakaian sedangkan Sangat jarang, sering dan Sangat sering berada di titik terendah kota tersebut. Pada Kota Bekasi sangat jarangnya penggunaan styrofoam masih berada dibawah nilai jarangnya penggunaan namun lebih tinggi di banding sering dan sangat seringnya pemakaian. Pada kota-kota luar Jabodetabek jarangnya penggunaan styrofoam cukup mendominasi lalu disusul sering dan sangat seringnya pemakaian, sedangkan sangat jarangnya pemakaian berada di angka terendah.



    Grafik diatas merupakan grafik yang menunjukan perbandingan tentang usia dan seberapa sering masyarakat khususnya pengunjung ODS (Ocean Dream Samudra) menggunakan styrofoam. Grafik diatas menunjukan Jarangnya penggunaan styrofoam mendominasi baik bagi anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Grafik ini didapat dari survey ke 150 pengunjung ODS Ancol.



    Grafik diatas merupakan grafik perbandingan tentang bahaya styrofoam terkait usia penggunanya. Dapat dilihat dari grafik diatas pengetahuan tentang bahaya styrofoam didominasi oleh orang orang yang mengetahui tentang bahaya styrofoam namun masih ada beberapa orang baik dari kalangan anak-anak, remaja dan orang dewasa yang tidak mengetahui bahaya styrofoam.






  • Training of Trainers: Climate Change


    Pada tanggal 25 sampai dengan 28 oktober 2017 lalu, Teens Go Green Indonesia menghadiri kegiatan Training of Trainers tentang Climate change di Jimbaran, Bali. Kegiatan yang diselenggarakan oleh FNF ini dihadiri oleh beberapa perwakilan komunitas lain. Sesuai dengan temanya, kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan tentang bagaimana menjadi seorang fasilitator yang baik terkait khususnya perubahan iklim.


    Seorang fasilitator yang baik tentunya mempunyai komunikasi yang cukup baik juga. Komunikasi yang baik di bagi menjadi 3 bagian diantaranya Body Language, Voice Tone, & Message and Word. Body language atau bahasa tubuh sangat penting dalam komunikasi karena dengan bahasa tubuh orang lain dapat lebih baik menerima apa yang disampaikan. Voice Tone atau intonasi suara juga merupakan hal dibutuhkan dalam komunikasi. Penyampaian dengan Voice tone yang tepat dapat membuat emosi yang harus disampaikan akan tersampaikan dengan baik. Selanjutnya ada Massage and word (Pesan dan Kata Kata), melalui kata kata yang tepat, pesan pesan pun akan tersampaikan dengan baik.
    Tidak hanya komunikasi, untuk menjadi fasitor yang baik hendaknya dapat membuat lingkungan yang nyaman atau “Creating a Thinking Environment”. Hal ini dimaksudkan agar peserta dapat fokus terhadap apa yang ingin disampaikan. Ada baiknya seorang fasilitator juga memahami mood pesertanya dan untuk berjaga jaga biasanya seorang fasilator juga menyiapkan panduan pertanyaan. Panduan pertanyaan ini digunakan untuk diajukan kepada peserta agar terjalin komunikasi dua arah. Ada beberapa teknik yang digunakan dalam memfasilitasi, beberapa diantaranya adalah Open Space, Design Thinking, dan World café.



    Setelah mengetahui teknik dan apa yang dibutuhkan sebagai fasilitator, pembahasan selanjutnya adalah Perubahan Iklim. Apa sih Perubahan iklim itu? Apa bedanya sama cuaca? Kenapa kita harus peduli terhadap perubahan iklim?
    Perubahan Iklim adalah iklim yang berubah akibat suhu global rata-rata meningkat, biasanya terjadi dalam periode 30 tahun. Perbedaan iklim dan cuaca terletak pada periodenya, iklim pempunyai periode yang cukup panjang di banding dengan cuaca. Perubahan iklim biasanya ditandai dengan adanya perubahan temperatur rata-rata harian, pola curah hujan, tinggi muka air laut, dan variabilitas iklim (misalnya El Niño dan La Niña, Indian Dipole, dan sebagainya). Perubahan ini memberi dampak serius terhadap berbagai sektor baik bagi manusia, hewan maupun tumbuhan. Bumi telah melalui periode pemanasan dan pendinginan yang terkait dengan perubahan iklim berkali-kali. Namun yang terjadi saat ini adalah proses pemanasan terjadi jauh lebih cepat daripada yang telah dilakukan sebelumnya. Factor umum pemanasan ini disebabkan oleh perilaku manusia. Mungkin naiknya 1 derajat tidak terlalu terasa signifikan tetapi hal ini dapat berpotensi menghancurkan kehidupan di planet ini yang tentunya akan menghancurkan mata pencaharian jutaan orang di seluruh dunia.

    Efek dari perubahan iklim sudah berdampak pada mata pencaharian masyarakat, serta pada satwa liar dan lingkungan di seluruh dunia. Banyaknya karang karang yang mati akibat naiknya suhu bumi menyebabkan ikan ikan yang seharusnya jadi mata pencaharian menjadi sulit dicari. Tidak hanya itu perubahan iklim juga menyebabkan beberapa daerah menjadi basah, dan daerah lainnya menjadi lebih hangat. Hal ini menimbulkan resiko gelombang panas, banjir, kekeringan dan bencana alam lainnya. Hal yang paling buruk adalah rusaknya rantai makanan dan ekosistem, yang akan menempatkan seluruh spesies pada ambang kepunahan. 


    Apa yang bisa kita lakukan? Mulai dari diri kita sendiri. Cobalah dengan mulai Green life Style. Gunakan Transportasi public, menghabiskan makanan. Membawa botol air, matikan listrik yang tidak perlu dan lain sebagainya. Apa lagi? Kemudian cobalah untuk mengajak temanmu untuk mulai Green life Style.
  • Generasi Krititis, Terbuka, dan Empati (Gen KTP)

    Hasil gambar untuk GenKTP 
    Sumber gambar: google images 

    "People who love themselves, don’t hurt other people. The more we hate ourselves, the more we want others to suffer", Dan Pearce, Single Dad Laughing.

    **** 

    JAKARTA (TGGI). -- Generasi kritis, terbuka, dan empati (Gen KTP) dibentuk dengan tujuan untuk mengajak anak muda agar bersikap kritis, terbuka, dan empati dalam menanggapi dan menyebarkan konten di media sosial. 

    "Gen KTP dibentuk untuk menghimbau kepada anak muda agar bersikap bijak, kritis, terbuka, dan empati dalam menanggapi konten di sosial media. Kita adalah generasi millenial dan sering menggunakan sosial media. Namun, banyak informasi yang sumber dan kebenarannya tidak jelas. Oleh karena itu, kami peduli pada hal ini," ucap Anas, salah satu anggota Gen KTP di awal pemaparannya.

    Sabtu, 6 Mei 2017 diadakan pertemuan antar komunitas di kantor Dealoka, Jakarta. Pertemuan ini dicanangkan oleh komunitas Gen KTP yang bertujuan untuk memperkenalkan Gen KTP serta berbagi informasi dan menjalin silaturahmi antar komunitas yang khususnya bergerak di ibukota Indonesia, DKI Jakarta.

    Salah satu rumusan masalah yang dilandaskan oleh Gen KTP yakni perlu ditinjaklanjuti adanya akun-akun dan oknum-oknum di media sosial yang menyebarkan kebencian mengenai etnis dan golongan, bersifat radikal, ekstrem, dengan maksud-maksud tertentu sehingga menimbulkan perpecahan. Padahal, informasi tersebut tidaklah jelas sumber, data, dan kebenarannya. Namun, tidak sedikit pengguna media sosial yang dengan mudahnya percaya dengan berita tersebut atau yang biasanya dikenal dengan berita hoax.

    Tahukah kamu, bahwa Indonesia menempati peringkat dua terbawah mengenai sumber literasi atau referensi? Anas selaku pemapar juga mengatakan bahwa hal inilah yang perlu diperhatikan secara hati-hati karena berita mudah sekali menyebar. Sebab itu, diperlukan terlebih dahulu untuk mengkaji informasi serta budaya membaca dan mencari tahu harus ditanamkan di diri kita.

    Indonesia terdiri dari banyak suku, bahasa, dan agama. Jika membicarakan mengenai hal tersebut, sangatlah sensitif di Indonesia, sehingga mudah sekali menggoyah persatuan di Indonesia dengan berita-berita hoax jika pembacanya tidak bersikap kritis, terbuka, dan empati. 

    Penting sekali akan toleransi karena akan banyak persepsi yang berbeda, ditambah dengan banyaknya perbedaan di dunia ini. Open minded memang diperlukan, tetapi kembali lagi untuk mengecek kevalidan dari informasi yang disebarkan dan beredar di media sosial.

    Besar harapannya agar banyak generasi muda yang mendukung program yang dicanangkan oleh Gen KTP yang mana program ini juga diperlombakan di ajang Internasional yang didukung salah satunya oleh Facebook.

    **** 

    "Sebagai agen perubahan, kita harus cerdas, bersikap toleran, positif, dan konvergen menuju pada perdamaian."
    Good Luck, Gen KTP!
    Salam damai dari Teens Go Green Indonesia
    (AMP)

  • Eco Music Camp 2017



    Music and Nature are two things that cannot be separated. This is also the case with Nature and Indonesia, which is known as a green archipelago surrounded by the RING OF FIRE. Many indigenous musical instruments in this archipelago are made of elements of nature such as bamboo, wood, bark, clay, leaf, grass and even water on the river.

    Against the noise polluted urban environment of our everyday life, Eco Music Camp will bring us back to the reunification of music and nature through an international world music festival on a beautiful camping ground. EMC appeals to all strata of society: younger generations, families, professionals, and various communities that value our nature and green environment through EMC (lokaswara.com).

    ***

    SUBANG, (TGGI). -- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dengan Lokaswara dan Teens Go Green Indonesia selaku mitra kerjasama, kembali menyelenggarakan Eco Music Camp 2017 berskala internasional yang merupakan acara ketiga setelah menuai kesuksesan selama dua tahun berturut-turut sebelumnya. Wakil Gubernur Jawa Barat, yakni Deddy Mizwar dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, yakni Ida Hernida SH M.Si membuka acara Eco Music Camp 2017 dengan penyerahan secara simbolis kepada Nenek Tumus yang merupakan salah satu pejuang seni dan budaya di Jawa Barat, Indonesia. Selain itu, acara dimulai dengan penanaman pohon, diarahkan oleh fasilitator dari TGGI.

    Eco Music Camp 2017 (EMC) mengusung tema Music Biodiversity. Acara ini dilaksanakan di Tea Garden Resort, Subang, Jawa Barat pada 27 sampai dengan 29 April 2017. Sesuai dengan namanya, EMC menyajikan konser di alam terbuka dimana peserta merasakan perkemahan dan kesederhanaan. 

    EMC tahun ini menampilkan musisi-musisi lokal dan internasional, seperti Karinding Attack, Rumah Musik Harry Roesli (RMHR), Ambon Youth Brassband, Indonesia Nasionel Orkestra (INO) Ensemble, Littlelute, Sandhy Sandoro, Kamau Abayomi, Leana Rachel, serta penampilan seni lain oleh Dellu dan Capoiera Brazil. Selain itu, terdapat stand oleh Kebun Belakang yang menjual coconut kefir dan olahan minuman sehat lainnya.



    Sumber foto : @zakiodang

    EMC juga menggelar mini talk show dengan tema Music and Sustainability dengan Akbar Rafsanzani sebagai salah satu narasumber yang mewakili Teens Go Green Indonesia. Musik dengan nuansa eco tourism rasanya pas dilaksanakan di Subang yang memiliki destinasi wisata alam yang beragam sebagai daya tarik turis lokal hingga turis mancanegara.

    Hebatnya, EMC tidak hanya menggelar konser musik, tetapi juga fokus pada peran anak muda terhadap lingkungan hidup, alam, keanekaragaman hayati, menjunjung kearifan lokal, serta seni dan budaya Indonesia yang unik dan bernilai seni yang sangat tinggi. Seni dan budaya di Indonesia sangatlah unik dan kita semua patut bangga pada itu! Aku, kamu, kita semua, cinta Indonesia.

    Salam Hijau dari Teens Go Green Indonesia.
    (AMP)
  • Dibuka Pendaftaran Anggota Baru Teens Go Green Batch 2017




    Hi, Young Eco Heroes, apakah kamu yang kami cari?

    Kami dari Teens Go Green Indonesia ,sebuah organisasi pemuda di Indonesia dalam pengembangan minat, pengetahuan dan aksi cinta lingkungan dengan konsep edutainment dan sukarela sedang membuka pendaftaran anggota Batch 2017.

    Jika kamu pemuda potensial yang siap menjadi Our Next Eco Heroes yang memenuhi persyaratan berikut ini.
    1. Anak muda berusia 17-20 tahun yang aktif, inovatif dan dinamis
    2. Berdomisili di Jabodetabek
    3. Tidak sedang bekerja secara full time
    4. Belum menikah saat mendaftar menjadi anggota
    5. Memiliki minat dan komitmen yang tinggi untuk melakukan perubahan bagi perbaikan lingkungan
    6. Suka tantangan, open minded dan mau belajar hal-hal baru
    7. Mengikuti semua akun social media Teens Go Green yaitu
    8. Membuat video berdurasi 1 menit berisi yang diupload ke akun social media masing-masing (Instagram/Facebook):
    • Perkenalan diri (nama, asal sekolah/kampus, domisili, karakter diri yang paling menonjol
    • Tujuan kamu ikut Teens Go Green
    • Impian kamu untuk lingkungan di Indonesia
    Video paling lambat diupload H+3 setelah pendaftaran ditutup (29 Maret 2017).

    Bergabunglah bersama kami di Teens Go Green 2017 dengan mengisi formulir di bit.ly/DaftarTGG2017 sebelum 26 Maret 2017!

    Setelah mengisi formulir pendaftaran, para calon anggota diwajibkan untuk mengirimkan email dengan subject : Teens Go Green 2017 - (Nama Lengkap) ke teensgogreen.jkt@gmail.com berisi :
    1. 1. Link video yang telah diupload di akun social media
    2. 2. Screen capture bukti telah memfollow akun instagram @teensgogreen.id dan me-like facebook Teens Go Green Indonesia
    3. 3. Foto diri (close up dengan tampak muka jelas, gaya boleh bebas)

    Tahapan Seleksi :
    1. 1. Seleksi berkas dan video
    2. 2. Wawancara
    Bagi calon anggota yang lolos seleksi berkas, akan mengikuti wawancara di awal April mendatang (waktu dan tempat akan diumumkan kemudian)

    Informasi lebih lengkap bisa menghubungi teensgogreen.jkt@gmail.com
    Narahubung : Rizma (WA) : 08-998-773-185

    Salam,
    Teens Go Green Indonesia - Act Now!
  • Styro Patrol (Bahaya Styrofoam)

    Image result for styro patrol TGGI 


    The biggest environmental health concern associated with polystyrene is the danger associated with Styrene, the basic building block of polystyrene. Styrene is used extensively in the manufacture of plastics, rubber, and resins.

    ****

    JAKARTA, (TGGI). -- Styrofoam adalah topik utama yang dugusung oleh komunitas muda Indonesia, Teens Go Green Indonesia (TGGI) dengan slogan "Styrofoam? No Thanks!". Kegiatan ini terdiri dari edukasi, pendataan lokasi penumpukan styrofoam (mapping) dari hulu hingga hilir, kampanye anti styrofoam, dan beach clean up.

    Beberapa alasan mengapa TGGI menggemakan kampanye anti styrofoam, karena banyaknya dampak negatif dari styrofoam bagi kesehatan dan alam. Pemerintah Indonesia harus ikut prihatin akan hal ini dengan menginovasi kemasan makanan dan minuman selain styrofoam serta melarang penjualan makanan dan minuman yang menggunakan wadah styrofoam.

    Tahukah kamu bahwa di Indonesia, penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan dan minuman justru semakin merajalela. Dimanapun, mudah sekali menemukan bahan polystyrene ini. Tidak hanya pedagang-pedagang kaki lima, tetapi juga restoran-restoran di Indonesia. Seolah, tidak ada yang peduli dengan bahaya yang sangat mengancam dibalik kemasan praktis yang satu ini.

    Styrofoam berbahaya karena terbuat dari styrene dan benzena yang memicu timbulnya banyak penyakit, khususnya kanker! Benzana dapat menimbulkan masalah pada kelenjar tyroid, mengganggu kinerja sistem syaraf sehingga menyebabkan kelelahan, mempercepat detak jantung, sulit tidur, badan menjadi gemetaran, dan menjadi mudah gelisah. Selain itu, dapat pula mengontaminasi Air Susu Ibu (ASI). Di beberapa kasus, benzena bahkan bisa mengakibatkan hilang kesadaran dan kematian (mfajri.net).

    Penelitian membuktikan, bahwa semakin panas suatu makanan, semakin cepat pula migrasi bahan kimia styrofoam ke dalam makanan. Nah, loh? Nyatanya, makanan dibungkus dalam kondisi baru matang yang artinya makanan tersebut masih dalam suhu panas. Faktanya, organisasi kesehatan dunia (WHO) sudah melarang penggunaan styrofoam di seluruh dunia. Tetapi, masih saja terdapat oknum yakni penjual dan pengguna yang masih masif akan styrofoam.

    Mau tahu bahaya lainnya?
    Pernah mendengar Water vs Styrofoam?

    Styrofoam memiliki kandungan mikroplastik yang mana jika styrofoam dibuang begitu saja ke perairan seperti sungai, danau, ataupun laut, styrofoam akan pecah menjadi butiran tidak kasat mata yang dinamakan mikroplastik dan akan mencemari air. Hal tersebut menyebabkan kematian satwa air dan pencemaran air. Lantas, bagaimana jika ikan-ikan tersebut tetap dijual di pasaran?! Atau, bagaimana jika kita menkonsumsi air yang tercemar tersebut?!

    Next!

    Styrofoam dikatakan pula sebagai sampah abadi. Jika sampah plastik membutuhkan waktu hingga 500-an tahun untuk dapat terurai di dalam tanah, styrofoam justru tidak pernah dapat terurai. Saat ini telah ditemukan styrofoam yang disebut Oxodegradable Polystyrene, yang katanya lebih ramah lingkungan. Styrofoam jenis ini telah diberi tambahan bahan oxium sehingga dapat terurai meskipun membutuhkan waktu hingga 4 tahun (almendah.org). Benarkah?

    Styrofoam sebenarnya dapat didaur ulang, namun proses pendaurulangan styrofoam masih tetap menghasilkan 57 senyawa yang masih berbahaya bagi lingkungan. Bahkan, setelah di daur ulang saja masih terdapat banyak senyawa berbahaya!

    Dampak negatif lainnya, yakni styrofam mengandung HFCs yang dapat merusak lapisan ozon. Itu tandanya kalian telah merusak bumi dengan menggunakan styrofoam!

    Masih belum mau berhenti menjual dan menggunakan styrofoam?!

    "Kalian lahir, tinggal, dan hidup di Bumi. Tetapi, kalian merusak bumi dan segala keindahannya. Sadar maupun tidak sadar. Disengaja maupun tanpa sengaja. Sebenarnya, siapa kalian? Pantas kah kalian masih menjejaki kaki di bumi ini?"
    (AMP)

    Sumber video: Liputan Indonesia Morning Show NET (2016)
    Beberapa waktu lalu pernah diberitakan riset tentang rekayasa genetika terhadap cacing yang mampu pemakan plastik, dan juga riset tentang sampah kulit jeruk yang dapat mengurai secara alami senyawa styrofoam. Sayangnya semua inovasi tersebut terasa bagai angin lalu. Sampai sekarang belum ada penanganan khusus terhadap sampah styrofoam ini, dan pada akhirnya hanya metode sanitary landfill yang dipakai negara kita.

    Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kartikav/styrofoam-wadah-murah-dengan-segudang-bahaya_582e7ffc7eafbd5226ec64f6
    Beberapa waktu lalu pernah diberitakan riset tentang rekayasa genetika terhadap cacing yang mampu pemakan plastik, dan juga riset tentang sampah kulit jeruk yang dapat mengurai secara alami senyawa styrofoam. Sayangnya semua inovasi tersebut terasa bagai angin lalu. Sampai sekarang belum ada penanganan khusus terhadap sampah styrofoam ini, dan pada akhirnya hanya metode sanitary landfill yang dipakai negara kita.

    Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kartikav/styrofoam-wadah-murah-dengan-segudang-bahaya_582e7ffc7eafbd5226ec64f6
    Beberapa waktu lalu pernah diberitakan riset tentang rekayasa genetika terhadap cacing yang mampu pemakan plastik, dan juga riset tentang sampah kulit jeruk yang dapat mengurai secara alami senyawa styrofoam. Sayangnya semua inovasi tersebut terasa bagai angin lalu. Sampai sekarang belum ada penanganan khusus terhadap sampah styrofoam ini, dan pada akhirnya hanya metode sanitary landfill yang dipakai negara kita.

    Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kartikav/styrofoam-wadah-murah-dengan-segudang-bahaya_582e7ffc7eafbd5226ec64f6
  • Green Future Starts With Me

    Image result for teensgogreen & mizuho

    JAKARTA, (TGGI). -- Teens Go Green Indonesia berkolaborasi dengan PT Bank Mizuho Indonesia didukung oleh PT Pembangunan Jaya Ancol dan Yayasan KEHATI melakukan sosialisasi tentang bahaya penggunaan styrofoam di Pesisir Ancol dengan Tema "GREEN FUTURE STARTS WITH ME"

    Kegiatan ini disajikan dengan konsep yang fun dan beredukasi, seperti edukasi kepada pengunjung Pantai Lagoon mengenai bahaya penggunaan styrofoam bagi alam dan kesehatan. Permainan-permainan dengan tujuan penyampaian pesan agar menerapkan kebiasaan green lifestyle khususnya bagi anak-anak. Karena, pendidikan mengenai gaya hidup sehat harus ditanamkan sejak kecil.

    Image result for styro patrol TGGI

    Disponsori oleh Tupperware serta media partner kami, yaitu Moe Aerial. Kegiatan ini berjalan lancar dan membawa manfaat untuk peserta, pengunjung, serta kebersihan di Pantai Lagoon. 

    Tidak hanya itu, kegiatan ini pula sama sekali tidak meggunakan minuman kemasan plastik, melainkan seluruh peserta diwajibkan membawa wadah minum, karena telah disediakan central point untuk isi ulang air minum.

    Cuaca yang bersahabat seakan mendukung terselenggaranya salah satu program Teens Go Green Indonesia yang merupakan salah satu program utama "Styrofoam? No Thanks!". 

    Kami sangat terbuka kepada organisasi, komunitas, maupun perusahaan lainnya yang hendak mengajak kami sebagai mitra kerja sama demi memperluas area himabauan akan pentingnya menjaga kelestarian bumi kita, khususnya kampanye anti styrofoam. 


    Jika Anda berniat untuk mengajak kami bekerjasama sebagai fasilitator, silahkan hubungi kontak kami.
    (AMP)
  • Pendaftaran Teens Go Green Heroes 2014



    Kamu pelajar atau mahasiswa berusia 14-25 tahun?
    Berdomisili di Jabodetabek?
    Yuk, gabung dalam program Teens Go Green Heroes!

    Di program ini kamu akan dibina untuk menjadi agen perubahan lingkungan, diperkenalkan dengan isu – isu lingkungan terkini serta pengembangan minat, pengetahuan dan aksi cinta lingkungan dengan konsep Edutainment.

    Jika kamu memenuhi persyaratan berikut, yuk gabung bersama kita dalam Teens Go Green Heroes!

    Persyaratan Teens Go Green Heroes:
    1.   Pelajar atau mahasiswa berusia 14-25 tahun
    2.  Berdomisili di Jabodetabek
    3. Memiliki minat dan motivasi yang tinggi terhadap isu sosial-lingkungan-pemuda di Indonesia khususnya Jabodetabek
    4. Bersedia Berperan aktif dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan Teens go green dengan sukarela
    Silakan isi form pendaftaran berikut ya http://goo.gl/mXdbi 

    Batas pendaftaran 23 Februari 2014!

    Info lebih lengkap:
    TWITTER : @tggactnow
    FACEBOOK : Teens Go Green
    Kontak : Sinta (08998332435)
  • Our 2017 Programs

    Kami mengembangkan anak muda di Jakarta hingga Indonesia untuk menjadi the Future Young Eco Heroes demi menyebarkan virus cinta lingkungan dan mengambil peran dalam perbaikan lingkungan di Indoensia

    CONTACT US

    Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kami. Contact details are below.

    TEENS GO GREEN INDONESIA

    d/a Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia

    Jl. Bangka VIII No. 3B Pela Mampang Jakarta Selatan 12720

    Contact Person : Arrin Maescha (081380886814) or WA (085694873743)

    teensgogreen.id@gmail.com or teensgogreen.info@gmail.com or teensgogreen.jkt@gmail.com