ABOUT US

Indonesian young Eco Heroes for Better Future Environment in Indonesia.

Our Leaders

The awesome people behind our story and their contributions.

  • Ratna Juwita

    President of Teens Go Green 2010-2013

    Cinta lingkungan dimulai dari diri sendiri, mulai saat ini dan Act Now!.

  • Bambang Sutrisno

    Head of Advisory Council Teens Go Green

    teens go green leaders

    Satu aksi kecil kita, bermakna untuk Bumi Tercinta

  • Rizma Utami

    President of Teens Go Green 2017

    Bumi kita hanya satu, Jagalah untuk anak cucu kita nanti!

TGGI IN NUMBERS

Let's think something green, together with us.

150

GREAT PROJECTS

300

OUR MEMBERS

650

TGGI's Main Program in 2017

1568

HAPPY CLIENTS

Muda & Enerjik

Inisiatif awal kami dimulai dari Jakarta menuju Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan di masa depan. Langkah kecil kami dimulai dari individu yang terus berkembang dengan dukungan dari berbagai pihak hingga kini.

Teens Go Green News

Dapatkan info terkini seputar kegiatan Teens Go Green disini!

  • Generasi Krititis, Terbuka, dan Empati (Gen KTP)

    Hasil gambar untuk GenKTP 
    Sumber gambar: google images 

    "People who love themselves, don’t hurt other people. The more we hate ourselves, the more we want others to suffer", Dan Pearce, Single Dad Laughing.

    **** 

    JAKARTA (TGGI). -- Generasi kritis, terbuka, dan empati (Gen KTP) dibentuk dengan tujuan untuk mengajak anak muda agar bersikap kritis, terbuka, dan empati dalam menanggapi dan menyebarkan konten di media sosial. 

    "Gen KTP dibentuk untuk menghimbau kepada anak muda agar bersikap bijak, kritis, terbuka, dan empati dalam menanggapi konten di sosial media. Kita adalah generasi millenial dan sering menggunakan sosial media. Namun, banyak informasi yang sumber dan kebenarannya tidak jelas. Oleh karena itu, kami peduli pada hal ini," ucap Anas, salah satu anggota Gen KTP di awal pemaparannya.

    Sabtu, 6 Mei 2017 diadakan pertemuan antar komunitas di kantor Dealoka, Jakarta. Pertemuan ini dicanangkan oleh komunitas Gen KTP yang bertujuan untuk memperkenalkan Gen KTP serta berbagi informasi dan menjalin silaturahmi antar komunitas yang khususnya bergerak di ibukota Indonesia, DKI Jakarta.

    Salah satu rumusan masalah yang dilandaskan oleh Gen KTP yakni perlu ditinjaklanjuti adanya akun-akun dan oknum-oknum di media sosial yang menyebarkan kebencian mengenai etnis dan golongan, bersifat radikal, ekstrem, dengan maksud-maksud tertentu sehingga menimbulkan perpecahan. Padahal, informasi tersebut tidaklah jelas sumber, data, dan kebenarannya. Namun, tidak sedikit pengguna media sosial yang dengan mudahnya percaya dengan berita tersebut atau yang biasanya dikenal dengan berita hoax.

    Tahukah kamu, bahwa Indonesia menempati peringkat dua terbawah mengenai sumber literasi atau referensi? Anas selaku pemapar juga mengatakan bahwa hal inilah yang perlu diperhatikan secara hati-hati karena berita mudah sekali menyebar. Sebab itu, diperlukan terlebih dahulu untuk mengkaji informasi serta budaya membaca dan mencari tahu harus ditanamkan di diri kita.

    Indonesia terdiri dari banyak suku, bahasa, dan agama. Jika membicarakan mengenai hal tersebut, sangatlah sensitif di Indonesia, sehingga mudah sekali menggoyah persatuan di Indonesia dengan berita-berita hoax jika pembacanya tidak bersikap kritis, terbuka, dan empati. 

    Penting sekali akan toleransi karena akan banyak persepsi yang berbeda, ditambah dengan banyaknya perbedaan di dunia ini. Open minded memang diperlukan, tetapi kembali lagi untuk mengecek kevalidan dari informasi yang disebarkan dan beredar di media sosial.

    Besar harapannya agar banyak generasi muda yang mendukung program yang dicanangkan oleh Gen KTP yang mana program ini juga diperlombakan di ajang Internasional yang didukung salah satunya oleh Facebook.

    **** 

    "Sebagai agen perubahan, kita harus cerdas, bersikap toleran, positif, dan konvergen menuju pada perdamaian."
    Good Luck, Gen KTP!
    Salam damai dari Teens Go Green Indonesia
    (AMP)

  • Eco Music Camp 2017



    Music and Nature are two things that cannot be separated. This is also the case with Nature and Indonesia, which is known as a green archipelago surrounded by the RING OF FIRE. Many indigenous musical instruments in this archipelago are made of elements of nature such as bamboo, wood, bark, clay, leaf, grass and even water on the river.

    Against the noise polluted urban environment of our everyday life, Eco Music Camp will bring us back to the reunification of music and nature through an international world music festival on a beautiful camping ground. EMC appeals to all strata of society: younger generations, families, professionals, and various communities that value our nature and green environment through EMC (lokaswara.com).

    ***

    SUBANG, (TGGI). -- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dengan Lokaswara dan Teens Go Green Indonesia selaku mitra kerjasama, kembali menyelenggarakan Eco Music Camp 2017 berskala internasional yang merupakan acara ketiga setelah menuai kesuksesan selama dua tahun berturut-turut sebelumnya. Wakil Gubernur Jawa Barat, yakni Deddy Mizwar dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, yakni Ida Hernida SH M.Si membuka acara Eco Music Camp 2017 dengan penyerahan secara simbolis kepada Nenek Tumus yang merupakan salah satu pejuang seni dan budaya di Jawa Barat, Indonesia. Selain itu, acara dimulai dengan penanaman pohon, diarahkan oleh fasilitator dari TGGI.

    Eco Music Camp 2017 (EMC) mengusung tema Music Biodiversity. Acara ini dilaksanakan di Tea Garden Resort, Subang, Jawa Barat pada 27 sampai dengan 29 April 2017. Sesuai dengan namanya, EMC menyajikan konser di alam terbuka dimana peserta merasakan perkemahan dan kesederhanaan. 

    EMC tahun ini menampilkan musisi-musisi lokal dan internasional, seperti Karinding Attack, Rumah Musik Harry Roesli (RMHR), Ambon Youth Brassband, Indonesia Nasionel Orkestra (INO) Ensemble, Littlelute, Sandhy Sandoro, Kamau Abayomi, Leana Rachel, serta penampilan seni lain oleh Dellu dan Capoiera Brazil. Selain itu, terdapat stand oleh Kebun Belakang yang menjual coconut kefir dan olahan minuman sehat lainnya.



    Sumber foto : @zakiodang

    EMC juga menggelar mini talk show dengan tema Music and Sustainability dengan Akbar Rafsanzani sebagai salah satu narasumber yang mewakili Teens Go Green Indonesia. Musik dengan nuansa eco tourism rasanya pas dilaksanakan di Subang yang memiliki destinasi wisata alam yang beragam sebagai daya tarik turis lokal hingga turis mancanegara.

    Hebatnya, EMC tidak hanya menggelar konser musik, tetapi juga fokus pada peran anak muda terhadap lingkungan hidup, alam, keanekaragaman hayati, menjunjung kearifan lokal, serta seni dan budaya Indonesia yang unik dan bernilai seni yang sangat tinggi. Seni dan budaya di Indonesia sangatlah unik dan kita semua patut bangga pada itu! Aku, kamu, kita semua, cinta Indonesia.

    Salam Hijau dari Teens Go Green Indonesia.
    (AMP)
  • Dibuka Pendaftaran Anggota Baru Teens Go Green Batch 2017




    Hi, Young Eco Heroes, apakah kamu yang kami cari?

    Kami dari Teens Go Green Indonesia ,sebuah organisasi pemuda di Indonesia dalam pengembangan minat, pengetahuan dan aksi cinta lingkungan dengan konsep edutainment dan sukarela sedang membuka pendaftaran anggota Batch 2017.

    Jika kamu pemuda potensial yang siap menjadi Our Next Eco Heroes yang memenuhi persyaratan berikut ini.
    1. Anak muda berusia 17-20 tahun yang aktif, inovatif dan dinamis
    2. Berdomisili di Jabodetabek
    3. Tidak sedang bekerja secara full time
    4. Belum menikah saat mendaftar menjadi anggota
    5. Memiliki minat dan komitmen yang tinggi untuk melakukan perubahan bagi perbaikan lingkungan
    6. Suka tantangan, open minded dan mau belajar hal-hal baru
    7. Mengikuti semua akun social media Teens Go Green yaitu
    8. Membuat video berdurasi 1 menit berisi yang diupload ke akun social media masing-masing (Instagram/Facebook):
    • Perkenalan diri (nama, asal sekolah/kampus, domisili, karakter diri yang paling menonjol
    • Tujuan kamu ikut Teens Go Green
    • Impian kamu untuk lingkungan di Indonesia
    Video paling lambat diupload H+3 setelah pendaftaran ditutup (29 Maret 2017).

    Bergabunglah bersama kami di Teens Go Green 2017 dengan mengisi formulir di bit.ly/DaftarTGG2017 sebelum 26 Maret 2017!

    Setelah mengisi formulir pendaftaran, para calon anggota diwajibkan untuk mengirimkan email dengan subject : Teens Go Green 2017 - (Nama Lengkap) ke teensgogreen.jkt@gmail.com berisi :
    1. 1. Link video yang telah diupload di akun social media
    2. 2. Screen capture bukti telah memfollow akun instagram @teensgogreen.id dan me-like facebook Teens Go Green Indonesia
    3. 3. Foto diri (close up dengan tampak muka jelas, gaya boleh bebas)

    Tahapan Seleksi :
    1. 1. Seleksi berkas dan video
    2. 2. Wawancara
    Bagi calon anggota yang lolos seleksi berkas, akan mengikuti wawancara di awal April mendatang (waktu dan tempat akan diumumkan kemudian)

    Informasi lebih lengkap bisa menghubungi teensgogreen.jkt@gmail.com
    Narahubung : Rizma (WA) : 08-998-773-185

    Salam,
    Teens Go Green Indonesia - Act Now!
  • Styro Patrol (Bahaya Styrofoam)

    Image result for styro patrol TGGI 


    The biggest environmental health concern associated with polystyrene is the danger associated with Styrene, the basic building block of polystyrene. Styrene is used extensively in the manufacture of plastics, rubber, and resins.

    ****

    JAKARTA, (TGGI). -- Styrofoam adalah topik utama yang dugusung oleh komunitas muda Indonesia, Teens Go Green Indonesia (TGGI) dengan slogan "Styrofoam? No Thanks!". Kegiatan ini terdiri dari edukasi, pendataan lokasi penumpukan styrofoam (mapping) dari hulu hingga hilir, kampanye anti styrofoam, dan beach clean up.

    Beberapa alasan mengapa TGGI menggemakan kampanye anti styrofoam, karena banyaknya dampak negatif dari styrofoam bagi kesehatan dan alam. Pemerintah Indonesia harus ikut prihatin akan hal ini dengan menginovasi kemasan makanan dan minuman selain styrofoam serta melarang penjualan makanan dan minuman yang menggunakan wadah styrofoam.

    Tahukah kamu bahwa di Indonesia, penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan dan minuman justru semakin merajalela. Dimanapun, mudah sekali menemukan bahan polystyrene ini. Tidak hanya pedagang-pedagang kaki lima, tetapi juga restoran-restoran di Indonesia. Seolah, tidak ada yang peduli dengan bahaya yang sangat mengancam dibalik kemasan praktis yang satu ini.

    Styrofoam berbahaya karena terbuat dari styrene dan benzena yang memicu timbulnya banyak penyakit, khususnya kanker! Benzana dapat menimbulkan masalah pada kelenjar tyroid, mengganggu kinerja sistem syaraf sehingga menyebabkan kelelahan, mempercepat detak jantung, sulit tidur, badan menjadi gemetaran, dan menjadi mudah gelisah. Selain itu, dapat pula mengontaminasi Air Susu Ibu (ASI). Di beberapa kasus, benzena bahkan bisa mengakibatkan hilang kesadaran dan kematian (mfajri.net).

    Penelitian membuktikan, bahwa semakin panas suatu makanan, semakin cepat pula migrasi bahan kimia styrofoam ke dalam makanan. Nah, loh? Nyatanya, makanan dibungkus dalam kondisi baru matang yang artinya makanan tersebut masih dalam suhu panas. Faktanya, organisasi kesehatan dunia (WHO) sudah melarang penggunaan styrofoam di seluruh dunia. Tetapi, masih saja terdapat oknum yakni penjual dan pengguna yang masih masif akan styrofoam.

    Mau tahu bahaya lainnya?
    Pernah mendengar Water vs Styrofoam?

    Styrofoam memiliki kandungan mikroplastik yang mana jika styrofoam dibuang begitu saja ke perairan seperti sungai, danau, ataupun laut, styrofoam akan pecah menjadi butiran tidak kasat mata yang dinamakan mikroplastik dan akan mencemari air. Hal tersebut menyebabkan kematian satwa air dan pencemaran air. Lantas, bagaimana jika ikan-ikan tersebut tetap dijual di pasaran?! Atau, bagaimana jika kita menkonsumsi air yang tercemar tersebut?!

    Next!

    Styrofoam dikatakan pula sebagai sampah abadi. Jika sampah plastik membutuhkan waktu hingga 500-an tahun untuk dapat terurai di dalam tanah, styrofoam justru tidak pernah dapat terurai. Saat ini telah ditemukan styrofoam yang disebut Oxodegradable Polystyrene, yang katanya lebih ramah lingkungan. Styrofoam jenis ini telah diberi tambahan bahan oxium sehingga dapat terurai meskipun membutuhkan waktu hingga 4 tahun (almendah.org). Benarkah?

    Styrofoam sebenarnya dapat didaur ulang, namun proses pendaurulangan styrofoam masih tetap menghasilkan 57 senyawa yang masih berbahaya bagi lingkungan. Bahkan, setelah di daur ulang saja masih terdapat banyak senyawa berbahaya!

    Dampak negatif lainnya, yakni styrofam mengandung HFCs yang dapat merusak lapisan ozon. Itu tandanya kalian telah merusak bumi dengan menggunakan styrofoam!

    Masih belum mau berhenti menjual dan menggunakan styrofoam?!

    "Kalian lahir, tinggal, dan hidup di Bumi. Tetapi, kalian merusak bumi dan segala keindahannya. Sadar maupun tidak sadar. Disengaja maupun tanpa sengaja. Sebenarnya, siapa kalian? Pantas kah kalian masih menjejaki kaki di bumi ini?"
    (AMP)

    Sumber video: Liputan Indonesia Morning Show NET (2016)
    Beberapa waktu lalu pernah diberitakan riset tentang rekayasa genetika terhadap cacing yang mampu pemakan plastik, dan juga riset tentang sampah kulit jeruk yang dapat mengurai secara alami senyawa styrofoam. Sayangnya semua inovasi tersebut terasa bagai angin lalu. Sampai sekarang belum ada penanganan khusus terhadap sampah styrofoam ini, dan pada akhirnya hanya metode sanitary landfill yang dipakai negara kita.

    Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kartikav/styrofoam-wadah-murah-dengan-segudang-bahaya_582e7ffc7eafbd5226ec64f6
    Beberapa waktu lalu pernah diberitakan riset tentang rekayasa genetika terhadap cacing yang mampu pemakan plastik, dan juga riset tentang sampah kulit jeruk yang dapat mengurai secara alami senyawa styrofoam. Sayangnya semua inovasi tersebut terasa bagai angin lalu. Sampai sekarang belum ada penanganan khusus terhadap sampah styrofoam ini, dan pada akhirnya hanya metode sanitary landfill yang dipakai negara kita.

    Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kartikav/styrofoam-wadah-murah-dengan-segudang-bahaya_582e7ffc7eafbd5226ec64f6
    Beberapa waktu lalu pernah diberitakan riset tentang rekayasa genetika terhadap cacing yang mampu pemakan plastik, dan juga riset tentang sampah kulit jeruk yang dapat mengurai secara alami senyawa styrofoam. Sayangnya semua inovasi tersebut terasa bagai angin lalu. Sampai sekarang belum ada penanganan khusus terhadap sampah styrofoam ini, dan pada akhirnya hanya metode sanitary landfill yang dipakai negara kita.

    Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kartikav/styrofoam-wadah-murah-dengan-segudang-bahaya_582e7ffc7eafbd5226ec64f6
  • Green Future Starts With Me

    Image result for teensgogreen & mizuho

    JAKARTA, (TGGI). -- Teens Go Green Indonesia berkolaborasi dengan PT Bank Mizuho Indonesia didukung oleh PT Pembangunan Jaya Ancol dan Yayasan KEHATI melakukan sosialisasi tentang bahaya penggunaan styrofoam di Pesisir Ancol dengan Tema "GREEN FUTURE STARTS WITH ME"

    Kegiatan ini disajikan dengan konsep yang fun dan beredukasi, seperti edukasi kepada pengunjung Pantai Lagoon mengenai bahaya penggunaan styrofoam bagi alam dan kesehatan. Permainan-permainan dengan tujuan penyampaian pesan agar menerapkan kebiasaan green lifestyle khususnya bagi anak-anak. Karena, pendidikan mengenai gaya hidup sehat harus ditanamkan sejak kecil.

    Image result for styro patrol TGGI

    Disponsori oleh Tupperware serta media partner kami, yaitu Moe Aerial. Kegiatan ini berjalan lancar dan membawa manfaat untuk peserta, pengunjung, serta kebersihan di Pantai Lagoon. 

    Tidak hanya itu, kegiatan ini pula sama sekali tidak meggunakan minuman kemasan plastik, melainkan seluruh peserta diwajibkan membawa wadah minum, karena telah disediakan central point untuk isi ulang air minum.

    Cuaca yang bersahabat seakan mendukung terselenggaranya salah satu program Teens Go Green Indonesia yang merupakan salah satu program utama "Styrofoam? No Thanks!". 

    Kami sangat terbuka kepada organisasi, komunitas, maupun perusahaan lainnya yang hendak mengajak kami sebagai mitra kerja sama demi memperluas area himabauan akan pentingnya menjaga kelestarian bumi kita, khususnya kampanye anti styrofoam. 


    Jika Anda berniat untuk mengajak kami bekerjasama sebagai fasilitator, silahkan hubungi kontak kami.
    (AMP)
  • Pendaftaran Teens Go Green Heroes 2014



    Kamu pelajar atau mahasiswa berusia 14-25 tahun?
    Berdomisili di Jabodetabek?
    Yuk, gabung dalam program Teens Go Green Heroes!

    Di program ini kamu akan dibina untuk menjadi agen perubahan lingkungan, diperkenalkan dengan isu – isu lingkungan terkini serta pengembangan minat, pengetahuan dan aksi cinta lingkungan dengan konsep Edutainment.

    Jika kamu memenuhi persyaratan berikut, yuk gabung bersama kita dalam Teens Go Green Heroes!

    Persyaratan Teens Go Green Heroes:
    1.   Pelajar atau mahasiswa berusia 14-25 tahun
    2.  Berdomisili di Jabodetabek
    3. Memiliki minat dan motivasi yang tinggi terhadap isu sosial-lingkungan-pemuda di Indonesia khususnya Jabodetabek
    4. Bersedia Berperan aktif dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan Teens go green dengan sukarela
    Silakan isi form pendaftaran berikut ya http://goo.gl/mXdbi 

    Batas pendaftaran 23 Februari 2014!

    Info lebih lengkap:
    TWITTER : @tggactnow
    FACEBOOK : Teens Go Green
    Kontak : Sinta (08998332435)
  • Our 2017 Programs

    Kami mengembangkan anak muda di Jakarta hingga Indonesia untuk menjadi the Future Young Eco Heroes demi menyebarkan virus cinta lingkungan dan mengambil peran dalam perbaikan lingkungan di Indoensia

    CONTACT US

    Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kami. Contact details are below.

    TEENS GO GREEN INDONESIA

    d/a Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia

    Jl. Bangka VIII No. 3B Pela Mampang Jakarta Selatan 12720

    Contact Person : Arrin Maescha (081380886814) or WA (085694873743)

    teensgogreen.id@gmail.com or teensgogreen.info@gmail.com or teensgogreen.jkt@gmail.com