Training of Trainers: Climate Change


Pada tanggal 25 sampai dengan 28 oktober 2017 lalu, Teens Go Green Indonesia menghadiri kegiatan Training of Trainerstentang Climate change di Jimbaran, Bali. Kegiatan yang diselenggarakan oleh FNF ini dihadiri oleh beberapa perwakilan komunitas lain. Sesuai dengan temanya, kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan tentang bagaimana menjadi seorang fasilitator yang baik terkait khususnya perubahan iklim.


Seorang fasilitator yang baik tentunya mempunyai komunikasi yang cukup baik juga. Komunikasi yang baik di bagi menjadi 3 bagian diantaranya Body Language, Voice Tone, & Message and Word. Body languageatau bahasa tubuh sangat penting dalam komunikasi karena dengan bahasa tubuh orang lain dapat lebih baik menerima apa yang disampaikan. Voice Tone atau intonasi suara juga merupakan hal dibutuhkan dalam komunikasi. Penyampaian dengan Voice tone yang tepat dapat membuat emosi yang harus disampaikan akan tersampaikan dengan baik. Selanjutnya ada Massage and word (Pesan dan Kata Kata), melalui kata kata yang tepat, pesan pesan pun akan tersampaikan dengan baik.
Tidak hanya komunikasi, untuk menjadi fasitor yang baik hendaknya dapat membuat lingkungan yang nyaman atau “Creating a Thinking Environment”. Hal ini dimaksudkan agar peserta dapat fokus terhadap apa yang ingin disampaikan. Ada baiknya seorang fasilitator juga memahami mood pesertanya dan untuk berjaga jaga biasanya seorang fasilator juga menyiapkan panduan pertanyaan. Panduan pertanyaan ini digunakan untuk diajukan kepada peserta agar terjalin komunikasi dua arah. Ada beberapa teknik yang digunakan dalam memfasilitasi, beberapa diantaranya adalah Open Space, Design Thinking, dan World café.



Setelah mengetahui teknik dan apa yang dibutuhkan sebagai fasilitator, pembahasan selanjutnya adalah Perubahan Iklim. Apa sih Perubahan iklim itu? Apa bedanya sama cuaca? Kenapa kita harus peduli terhadap perubahan iklim?
Perubahan Iklim adalah iklim yang berubah akibat suhu global rata-rata meningkat, biasanya terjadi dalam periode 30 tahun. Perbedaan iklim dan cuaca terletak pada periodenya, iklim pempunyai periode yang cukup panjang di banding dengan cuaca. Perubahan iklim biasanya ditandai dengan adanya perubahan temperatur rata-rata harian, pola curah hujan, tinggi muka air laut, dan variabilitas iklim (misalnya El Niño dan La Niña, Indian Dipole, dan sebagainya). Perubahan ini memberi dampak serius terhadap berbagai sektor baik bagi manusia, hewan maupun tumbuhan. Bumi telah melalui periode pemanasan dan pendinginan yang terkait dengan perubahan iklim berkali-kali. Namun yang terjadi saat ini adalah proses pemanasan terjadi jauh lebih cepat daripada yang telah dilakukan sebelumnya. Factor umum pemanasan ini disebabkan oleh perilaku manusia. Mungkin naiknya 1 derajat tidak terlalu terasa signifikan tetapi hal ini dapat berpotensi menghancurkan kehidupan di planet ini yang tentunya akan menghancurkan mata pencaharian jutaan orang di seluruh dunia.

Efek dari perubahan iklim sudah berdampak pada mata pencaharian masyarakat, serta pada satwa liar dan lingkungan di seluruh dunia. Banyaknya karang karang yang mati akibat naiknya suhu bumi menyebabkan ikan ikan yang seharusnya jadi mata pencaharian menjadi sulit dicari. Tidak hanya itu perubahan iklim juga menyebabkan beberapa daerah menjadi basah, dan daerah lainnya menjadi lebih hangat. Hal ini menimbulkan resiko gelombang panas, banjir, kekeringan dan bencana alam lainnya. Hal yang paling buruk adalah rusaknya rantai makanan dan ekosistem, yang akan menempatkan seluruh spesies pada ambang kepunahan. 


Apa yang bisa kita lakukan? Mulai dari diri kita sendiri. Cobalah dengan mulai Green life Style. Gunakan Transportasi public, menghabiskan makanan. Membawa botol air, matikan listrik yang tidak perlu dan lain sebagainya. Apa lagi? Kemudian cobalah untuk mengajak temanmu untuk mulai Green life Style.

No comments:

Post a Comment